
Kapan Harus Pakai Kotlin Multiplatform? Analisis Code & Budget

Hai DomaiNesians! Bangun aplikasi Android & iOS sendiri-sendiri? Capek, kan? Repot urus dua codebase, tim terpisah, dan bug beda-beda platform. Bayangkan kalau kamu bisa berbagi hingga 70% kode untuk dua platform dengan satu effort! Kotlin Multiplatform (KMP) hadir sebagai jawaban atas tantangan pengembangan aplikasi lintas platform. Tapi… kapan waktu yang tepat pakai KMP, dan kapan sebaiknya beralih ke teknologi hybrid lain seperti Flutter?
Kotlin Multiplatform bukan hanya buzzword dari JetBrains. Bagi kami, ini seperti lesung ajaib yang bisa bikin nasi untuk seluruh keluarga dari satu beras! Tapi nggak semua masakan cocok dimasak di lesung. Jadi, yuk bahas bersama: kelebihan Kotlin Multiplatform, pe-ernya apa, dan kondisi ideal untuk penerapannya.
Dalam artikel ini, kamu akan mendapatkan insight berbasis use case nyata, hingga tips migrasi ke KMP secara aman. Ini saatnya kamu pertimbangkan: apakah sekarang waktu yang tepat untuk Kotlin Multiplatform?

Apa Itu Kotlin Multiplatform? Solusi Code Sharing ala Developer JetBrains
Kotlin Multiplatform adalah teknologi dari JetBrains yang memungkinkan kamu menulis kode sekali, lalu men-deploy-nya ke berbagai platform: Android, iOS, desktop, bahkan web. Bukan seperti Flutter yang fokus ke UI rendering secara konsisten di semua platform, KMP fokus utama pada berbagi komponen logika bisnis, seperti networking, caching, dan validasi data.
Misalnya kamu buat aplikasi e-commerce, modul seperti otentikasi pengguna, konversi kurs, atau perhitungan pajak bisa ditulis dalam shared module Kotlin. Lalu, modul itu digunakan baik di aplikasi Android maupun iOS.
Contoh sederhana shared code di KMP:
Shared Kotlin code
1 |
expect fun getPlatformName(): String |
Android implementation
1 |
actual fun getPlatformName() = "Android" |
iOS implementation
1 |
actual fun getPlatformName() = "iOS" |
Pendekatan ini membuat KMP fleksibel. Ia tidak menggantikan native UI, tapi melengkapinya dengan code reuse yang tinggi. Hasilnya? Kemampuan untuk mempertahankan performa dan UX native, tapi menghemat waktu development lewat shared codebase dengan KMP.
3 Kelebihan KMP yang Bikin Tim Development Jatuh Hati
Berikut ini adalah tiga kelebihan Kotlin Multiplatform yang sering jadi alasan tim developer maupun CTO membawanya ke stack teknologi utama mereka:
1. Efisiensi Resource & Waktu
Dengan shared codebase KMP, kamu bisa mengurangi effort pengembangan hingga 40-70%. Logic tidak perlu ditulis dua kali di Swift dan Kotlin Android. Ini sangat signifikan untuk startup atau tim kecil dengan keterbatasan SDM.
2. Fleksibilitas Integrasi UI Native
KMP tetap mengizinkan kamu menggunakan Jetpack Compose di Android dan SwiftUI di iOS. Ini bukan pendekatan paksa seperti beberapa framework hybrid. Artinya: look & feel per platform tetap otentik.
3. Reuse dan Modularisasi Kode Berkelanjutan
Kelebihan Kotlin Multiplatform juga terletak pada kemampuan membuat modul fungsional yang reusable. Misalnya, modul daftar produk bisa dipakai ulang di aplikasi pelanggan dan aplikasi kasir!
Tak hanya itu, build system KMP juga mendukung Gradle, yang akrab di dunia Android. Jadi adaptasinya ringan untuk tim Android existing.

Kekurangan KMP: Kode Native Masih Perlu di Kasus Tertentu
Namun, sebagus apapun teknologinya, realita project bisa berbeda. Beberapa kekurangan Kotlin Multiplatform perlu kamu pertimbangkan:
Berbeda dari Flutter atau React Native, UI di KMP masih harus dipisah. Artinya kamu tetap perlu bikin tampilan terpisah di iOS dan Android. Jadi, kalau kamu mau “sekali coding tampil sama di mana-mana”, ini bukan framework yang tepat.
2. Dukungan Library KMP Tidak Selengkap Native
Walau Kotlin Multiplatform terus berkembang, banyak SDK third-party, khususnya di iOS, belum menyediakan dukungan multiplatform. Artinya kadang kamu perlu bridging secara manual.
3. Learning Curve untuk iOS Developer
Kalau tim kamu terdiri dari developer iOS, mereka harus belajar Kotlin, coroutine, dan Gradle script – hal-hal yang biasanya tidak umum di ekosistem Swift.
Jadi jangan buru-buru migrasi penuh. Pahami dulu ekosistem dan potensi trade-off-nya.
Kapan Waktu Tepat Pakai Kotlin Multiplatform?
Kotlin Multiplatform ideal untuk kamu yang:
- Sudah punya tim Android mumpuni dan mau ekspansi ke iOS tanpa hire dev Swift/Kotlin iOS.
- Punya modul logic bisnis kompleks (e.g., autentikasi, perhitungan pajak) yang perlu konsisten lintas platform.
- Mau develop minimum viable product (MVP) cepat dengan budget terbatas.
- Butuh validasi pasar dengan cepat, tetapi tetap mempertahankan performa dan UX native.
Contoh kasus dari CTO Gojek:
“Kami pakai KMP untuk fitur GoPay karena keseragaman logic pembayaran penting. Hemat waktu 80% dan bug lebih sedikit!”
Namun, ❌ jangan paksa pakai KMP untuk UI yang sangat platform-specific atau heavily animated UX. Untuk jenis tampilan seperti custom chart interaktif di SwiftUI atau Jetpack Compose, lebih baik dibuat native.
Proses Migrasi ke KMP: Risiko & Mitigasi untuk Bisnis
Migrasi ke Kotlin Multiplatform bisa menguntungkan jika dilakukan bertahap dan penuh pertimbangan. Berikut ini beberapa tips:
- Mulai dengan modul bukan UI – migrasikan logika bisnis dulu, misalnya module login, network request, atau manipulasi data. Hindari sentuhan ke UI di fase awal.
- Integrasi gradual – gunakan arsitektur modular untuk memungkinkan coexist antara native dan shared module. KMP mendukung mixed codebase dengan mulus.
- Uji reliabilitas di feature terbatas – sebelum migrasi total, terapkan KMP di 1-2 fitur seperti notifikasi atau push token management. Ini jadi proof of concept sekaligus test logic konsistensi.
- Risiko & mitigasi –
- Risiko integrasi iOS – hire/consult iOS expert untuk bridging layer.
- Risiko ketidakcocokan dependensi – gunakan library KMP-friendly seperti Ktor, SQLDelight, dan kotlinx.serialization.

Ini Dia Waktunya!
Kotlin Multiplatform adalah langkah maju dalam hybrid app development: ringan, fleksibel, dan efisien. Tapi, pastikan kamu paham kapan pakai KMP dan kapan lebih baik tetap native atau memilih framework lain.
Kalau kamu developer Android yang pengen ekspansi ke iOS tanpa repis kode, KMP jawabannya! Coba dulu di modul yang sederhana, rasakan manfaat code sharing-nya, dan evaluasi berdasarkan hasil nyata.
Siap deploy aplikasi Kotlin Multiplatform-mu? VPS Murah kami tawarkan spesifikasi SSD 160GB, RAM 8GB, dan dukungan Docker mulai Rp600k/bulan.